Tampilkan postingan dengan label Curhat Oriflame. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat Oriflame. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2010

Terapi : Maaf + Ikhlas

Keinginan kuat untuk sembuhlah, yang menyembuhkan.

Seorang ibu peserta pelatihan kami “Executive Camp” dari Lampung, terbengong-bengong bingung, bagaimana mungkin sakit pening berat di leher kanan, yang cukup lama dideritanya mendadak lenyap begitu saja, setelah melakukan terapi “Maaf + Ikhlas” yang saya pandu.

Apakah saya yang menyembuhkannya? Tentu saja tidak. Keyakinan ibu tersebutlah yang menyembuhkan sakit yang dideritanya. Keinginan kuat dari ibu tersebut, untuk sembuhlah yang menyembuhkannya. Saya hanyalah berbagi ide saja. Ya, hanya sebuah ide yang bisa cocok untuk ibu tersebut, yang semoga juga bisa cocok untuk Anda.

Kita tidak tahu pesan Alam Bawah Sadar kita

Tubuh kita sering mengkomunikasikan sesuatu pada kita, namun kita tidak tahu. Alam bawah sadar kita mengirimkan pesan untuk kita dalam rupa rasa sakit, tapi kita obati rasa sakit tersebut, kita “paksa” untuk hilangkan rasa sakit itu dengan berbagai obat. Padahal alam bawah sadar kita memunculkan rasa sakit, karena berawal dari rasa marah yang belum terselesaikan, tapi kita “save” di ulu hati. Rasa benci kita “simpan” di pencernaan.

Karena kita “tidak atau belum” pernah belajar cara alam bawah sadar kita berkomunikasi dengan kita, yaaa makin bingunglah kita saat mengalami sebuah rasa yang nggak nyaman dalam diri kita ini. Strategi yang kita miliki, hanyalah menelan obat pereda rasa sakit atau Pain Killer, yang akhirnya kitapun ikut jadi “Killer” atau pembunuh untuk diri kita sendiri he he he…

Rasa Sakit adalah Pesan Alam Bawah Sadar

Jika kita setuju dan meyakini bahwa rasa sakit adalah pesan dari alam bawah sadar kita, maka jauh lebih baik kita intropeksi ke dalam diri dan bertanya ke dalam diri, apa maksud alam bawah sadar kita dengan adanya sakit tersebut.

Ini akan sangat membantu penyembuhan dari dalam diri, dari pada kita mencari penyebab rasa sakit yang kita alami tersebut, di luar diri kita. Karena memang alam bawah sadar manusia sangat jenius, sangat pandai, sangat pintar, sangat kreatif. Tuhan sungguh telah memberikan rahmat yang luar biasa dalam tubuh manusia ini.

Baiklah, saya akan berbagi ide yang sangat sederhana, bagaimana kita “menyembuhkan” diri sendiri dari berbagai rasa sakit, dengan cara berkomunikasi langsung ke alam bawah sadar kita.

Berikut ini tahapan Terapi Diri Maaf + Ikhlas:

Sebelum Anda melakukan teknik terapi “Maaf + Ikhlas” ini, yakinkan diri Anda bahwa begitu mudahnya teknik ini, sehingga Anda sendiri bisa melakukannya, bahkan sangat mudah juga Anda ajarkan ke orang lain yang sekiranya membutuhkan.

1. Sentuh dengan telunjuk + jari tengah

Pada bagian tubuh yang sedang dirasa sakit, mungkin kepala bagian belakang, leher, dada, perut, kaki atau bagian manapun, sentuhlah dengan jari telunjuk dan jari tengah Anda, boleh gunakan tangan kiri, boleh gunakan tangan kanan. Bebas saja, ikuti pilihan hati Anda, karena itu tangan Anda sendiri he he…

Mengapa harus dengan 2 jari ini?

Nah, kalau ini sungguh saya juga tidak tahu he he, sungguh. Namun, seringkali tiba-tiba ide muncul begitu saja dalam benak saya, saat menghadapi sebuah situasi di lapangan. Mungkin karena niat saya yang kuat untuk membantu, mungkin… Sungguh saya “belum” tahu mengapa sentuhan paling jitu, “harus” dengan jari telunjuk dan jari tengah. Jadi, maaf saya belum punya jawaban yang “ilmiah”, yang menurut saya tidaklah terlalu penting mengapa.

2. Katakan “Maaf”

Bernafaslah lebih perlahan, makin perlahan sampai sangat perlahan, sebelum melakukan tahap ke dua ini. Lalu, lanjutkan dengan mengatakan maaf.

Ya, katakan maaf pada bagian tubuh yang dirasa sakit, yang Anda sentuh dengan jari telunjuk dan jari tengah tadi. Sampaikan dengan sungguh-sungguh. Boleh diucapkan, boleh dalam hati. Jangan keras-keras, nanti disangka “edan” oleh tetangga he he…

Katakan maaf, karena selama ini kita tidak memahami apa maksud pesan yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadar kita sendiri, melalui rasa sakit itu. Sehingga pesan itu terabaikan. Sekali lagi katakan maaf dengan sungguh-sungguh. Contoh:

“Maaf ya leher yang sakit, saya mengabaikanmu selama ini”

“Maaf ya pundak yang sakit, saya tidak memahami maksud rasamu selama ini”

“Maaf ya mata yang perih, saya tidak memahami pesanmu selama ini”

“Maaf ya perut, saya salah makan yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu hari ini atau selama ini”

“Maaf ya kaki, saya bekerja terlalu keras hari ini”

Boleh gunakan kalimat lain yang bergaya bahasa Anda sendiri, seperti bicara dengan teman saat kecil, seperti bicara dengan seorang sahabat.

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

3. Bertanggung Jawablah

Sambil terus menyentuh bagian tubuh yang sakit, katakan pada bagian yang sakit tersebut bahwa: “Aku bertanggung jawab atas rasa sakit kamu”.

Bukanlah tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Bagaimana bisa ada buah, jika kita tidak menanam sebuah bibit. Di dunia ini ada hukum sebab-akibat. Bertanggungjawablah pada “Sebab”-nya. Mungkin sebuah keputusan yang keliru di masa lalu, mungkin sebuah marah yang belum terselesaikan. Mungkin, sebuah kekecewaan yang tersimpan.

Kuncinya adalah mengambil tanggung jawab dari rasa sakit tersebut. Bahwa kita pernah salah, bahwa kita pernah keliru, bahwa kita pernah kotor di masa lalu…

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

4. Terima atau lepaskan dengan ikhlas

Nah, sekarang ada 2 pilihan. Tanya ke alam bawah sadar Anda apakah sakit ini adalah bagian yang harus diterima, cukup seperti bertanya: “Apakah rasa sakit ini adalah bagian yang harus aku jalani?”. Jika terasa ada jawaban “ya” dari dalam diri Anda, maka:

Tariklah nafas panjang yang dalam, sebagai sarana menerima rasa sakit yang Anda sentuh tadi dengan ikhlaaas… Lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas. Tahapan ini dikombinasikan dengan doa-doa yang sesuai dengan iman keyakinan Anda, tentulah sangat membantu.

Pilihan ke 2, bila sakit itu bukanlah milik kita, mungkin dapat “kiriman kado” he he… Ya, sudah lakukan saja:

Buanglah nafas yang panjang, sebagai sarana melepaskan rasa sakit yang Anda sentuh tadi ke alam semesta yang demikian luasnya. Kata alam semesta bisa Anda ganti menjadi: Tuhan, Allah atau sebutan lainnya yang selaras dengan iman keyakinan Anda. Terus lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas untuk dilepaskan. Diiringi dengan doa akan makin mantaaap…

Sekarang, amati lagi bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

5. Berterimakasih

Nah, ini bagian yang terpenting dalam teknik terapi diri ini yaitu berterimakasih pada alam bawah sadar Anda. Ya, berterimakasihlah dengan sangat sungguh-sungguh. Lakukan seperti Anda ngomong: “Terima kasih ya, terima kasih…” pada bagian tubuh yang Anda sentuh tadi. Boleh dilanjutkan dengan berdoa sesuai iman Anda.

Baik juga setelah sesi terapi “Maaf + Ikhlas” ini selesai dilakukan, Anda tidur sejenak, tidurlah jika tubuh Anda ingin Anda tidur. Tidurlah…

Oh ya, jangan lupa untuk melepaskan sentuhan jari Anda dari bagian rasa sakit di tubuh Anda tadi, setelah terapi ini he he…

Sakit bagian tubuh apa saja yang bisa sembuh dengan teknik terapi ini?

Sungguh sangat banyak cerita tentang keberhasilan ide sederhana ini. Saya agak sungkan untuk membagikannya karena seperti “Kok, bisa ya?”. Biarlah Anda sendiri yang memetik manfaatnya. Rasakan sendiri saja. Buktikan sendiri saja.

Semoga ide terapi “Maaf + Ikhlas” ini dapat melengkapi koleksi terapi diri untuk Anda sendiri, maupun untuk orang lain. Mungkin saja, ide terapi ini belum pas untuk sebuah situasi sakit tertentu, tidak apa-apa juga. Anda bisa kombinasikan dengan ide terapi diri lainnya. Ini hanyalah salah satu ide pelengkap saja. Yang siapa tahu berguna dan berhikmah…

Harapan Akhir Cerita

Karena seringkali saya mendapat ilham dengan tiba-tiba dan gratis dari DIA, maka artiklel inipun bebas untuk di-copy dan disebarluaskan, agar makin banyak orang yang bisa mendapat manfaatnya.

Ya, Allah terima kasih atas begitu banyaknya berkah yang saya terima selama hidup ini, semoga dengan tulisan ini, berkah itu terus tersebarkan…


Sumber


Kamis, 11 Februari 2010

Congratulation!

alhamdulillah....dapat kabar dr mb Aeres kl aku dapat juara 2 lomba blog...hadiahnya apa ya?? :)
by Aeres Mesty
Alhamdulillah...

Selamat yaaa... Bunda Jingga... telah meraih : 9%

Selamat jugaaa para New 3%
Ririn Kartiwa,
Fridha Rasjid,
Senny Marsiane,
Yuniasih Hartono.


Dengan bergabung bersama Oriflame berarti kita telah mengambil sebuah langkah besar untuk memperindah kehidupan diri kita dan teman-teman kita. Ini adalah secuplik kata-kata Managing Director Oriflame Indonesia untuk Consultant peraih level baru.


Saya juga mengucapkan

Selamaaat...
kepada Consultant Baru yang bulan Februari 2010 ini berhak menerima hadiah Welcome Program Pertama-nya, 2 buah produk masing-masing senilai Rp 70.000,- totalnya jadi Rp 140.000,-

Riski Amalia
Yiyin
Mardi Yanti
Jro Frangipani
Dhenlyn
Lisa Ns
Puspita
Firman Syah
Shinta Handini
Neng Asti
Rahmiwati

Selamat Para Bisnis Class Member :
Fateema Fa
Reny Handayani
Novie Kurniasih
Ririn Kartiwa
bulan Februari ini Anda berhak membeli 1 buah produk termahal diskon 50%


Selamat!
Novie Kurniasih,
Senny Marsiane,
yang bulan Februari 2010 ini berhak menerima hadiah Welcome Program Ketiga-nya, produk senilai Rp 150.000,-

Selamat!
Ririn Kartiwa,
Yuniasih Hartono
yang bulan Februari 2010 ini berhak menerima hadiah Welcome Program Kedua-nya, produk senilai Rp 100.000,-

Selamat! kepada Consultant Pemenang Lomba Membuat Blog Oriflame Great Team.
* Reny Handayani (Pemenang Pertama)
* Fida Hafida (Pemenang Kedua)
* Senny Marsiane (Pemenang Ketiga)

Kita tak pernah tahu seberapa hebat kemampuan kita, hingga kita mencobanya...
Kita tak pernah tahu seberapa 'tajam' potensi kita, hingga kita puas mengasahnya...

Tetap semangat yaa Diamond-Diamond-ku...
Bersama insyaAllah Kita Pasti Bisa... Harus Bisa!
LANJUTKAN !

Jumat, 02 Oktober 2009

Rekrut yukk rekrut

Alhamdulillah...kalo kita mau berusaha, dan pantang menyerah, atas ijin Allah, Allah akan memberikan hasil dari yang kita usahain. nih hasil chating ama temen, yang akhirnya gabung di oriflame.
  • Fida : boleh, tp gabung oriflame dl ya?
  • Fida : hehe
  • Temen : huahaha
  • Temen : saya suka SEMANGAT mba fidah
  • Temen : xixixii
  • Fida : iya donk kan hrs semangat
  • Fida : kan udah di training ama oriflame
  • Temen : sebenernya aq bukan pengguna oriplem c mba.. ntar klo ada eyeliner yg diskon insya Allah aq beli sama mba fidah deh :P
  • Temen : :D
  • Fida : :D
  • Fida : kl aku pinginnya Temen gabung aja
  • Fida : kl msalah beli ke aku ato ke sp aja, terserah lo
  • Temen : hihii...
  • Temen : koq temen aku ga pernah ngajakin aq gabung ya
  • Fida : kan biar kita sama2 sukses
  • Temen : hihii.. pinter nih oriplem ngelatih spokespersonnya
  • Temen : aq ikut deh.. tapi jadi anggota pasif aja ya..
  • Fida : asyikkk
  • Fida : jgn lupa fotocopy ktpnya ya
  • Temen : yoi
  • Fida : alhamdulillah
  • Fida : moga kita bisa sama2 sukses ya
  • Fida : aminn
  • Temen : amiieen ;)
Semoga kita sama2 sukses di oriflame ya temen..amien.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Perkenalan dengan Oriflame

Ketika mengikuti suami ke Jakarta, barulah ketemu dengan yang namanya Oriflame. Harusnya dulu pas di Surabaya udah ada oriflame juga ya, tp akunyaa agak kuper kali ya?? Hehehe..taunya Cuma kost, kampus, maen rumah temen, belum sempet dulu kepikiran untuk nyari duit sendiri. Eh..nggak ding, sempet juga nyari duit sendiri, dengan ngajar les privat.

Sekitar bulan November 2005 deh ya kayaknya ikut suami ke Jakarta, beberapa bulan kemudian di tawari adik ipar untuk jadi member oriflame. Karena dia juga member. Aku sih mau-mau aja, secara pas awal2 di Jakarta belum punya kegiatan apa-apa. Tapi setelah gabung ternyata tidak menunjukkan perkembangan apa-apa, belum tau sistemnya seperti apa, paling2, tiap bulan Cuma belanja buat kebutuhan sendiri aja.

Akhirnya setahun kemudian hanguslah member di oriflame, krn ga aku perpanjang lagi. Aku tidak menyempatkan untuk tau lebih dalam tentang oriflame, dan saat itu aku sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan pemetaan.
Dan baru pada bulan April 2009, tertarik lagi untuk gabung di Oriflame. Kenapa aku mulai tertarik lagi? Pas aku mulai vakum dari oriflame itu aku banyak mendengar tentang kisah sukses orang-orang yang bisnis di oriflame. Ada yang bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis, duh…pinginnya…ada yang bisa membeli rumah, itu impiaku juga..ada yang bisa berangkat ke tanah suci, aku kapan ya???..ngarep (mode on)

Pas ada acara family gathering di kantor suamiku, aku ketemu istrinya teman suamiku,Hana. Ternyata Hana juga consultant oriflame. Hana banyak mensupport aku, trus dia juga menerangkan tentang kl kita ingin sukses di suatu bisnis, kita harus focus dan tau tentang system di bisnis yang akan kita geluti itu. Ga tau kenapa aku jadi pingin gabung lagi. Aku berkesimpulan, yang kemaren-kemaren aku ga dapat apa-apa dari oriflame, karena aku ga maksimal menjalaninya, masih setengah-setengah.

Hana selalu mensupport aku, akhirnya dari Hana aku bisa ketemu mb Aeres, motivator aku, yang selalu menyemangati, selalu sharing pengalaman, baek tentang bisnis (tentang dunia) dan juga tentang akhirat (hubungan kita dengan Allah). Mb Aeres juga selalu ngasi masukan, selalu bagi-bagi info, jadi aku jarang kelewatan info ttg oriflame.

Ada dua kalimat dari mb Aeres yang akan selalu kuingat:
Kita tidak pernah tahu seberapa hebat kemampuan kita, hingga kita mencobanya...
Kita tidak pernah tahu seberapa 'tajam' potensi kita, hingga kita puas mengasahnya...


thanks sharingnya mb..Semoga aku bisa..BISMILLAH...